
Ternyata masih banyak masyarakat Ponorogo yang salah kaprah.
Bayak yang masih menulis Reyog dengan Reog.
Sebenarnya yang benar yang mana?
Istilah Reog baru ada ketika Ponorogo dipimpin oleh Pak Bubati Markum Singodimejo dan membuat slogan (R) Resik (E) Endah (O) Omber (G) Girang gemirang.
Untuk keberannya adalah REYOG.
Yang berartikan (R) Rasa kidung (E) Engkang sukmo adi luhung (Y) Yang Widhi, Yang Agung, (O) Olah kridaning Gusti (G) Gelar gulung kersaneng Kang Moho Agung.
Sungguh luar biasa arti Reyog yang sesungguhnya.
Dikutip dari beberapa seniman lawas Ponorogo.
Salam Budaya Ponorogo.
Posted by cakureh on April 29, 2010 at 6:24 am
yang betul reyot ….hahapeace lam kenal
Posted by endah puspitosari on April 29, 2010 at 6:32 am
Matur sembah nuwun.Rahayu Wilujeng.
Posted by Oka Mahendra on April 29, 2010 at 6:43 am
ponorogo kan tempat asalny pangeran diponegoro ya??
Posted by endah puspitosari on April 29, 2010 at 9:09 am
Terima kasih atas comment nya.
He…bukan kok.
Salam budaya.
Posted by farfar on April 29, 2010 at 7:02 am
kata adalah rangkaian mutiara bahasa. reog=reyog, reyog=reog, lalu bagaimanakah kamu melihat dan membaca tulisan tersebut tentu jelas berbeda. tapi apa obyek yang ia katakan itu mereka tau pasti sudah tentu tau jadi reog=reyog saya pikir sama saja. bingung ? balik aja bajunya kalo masih bingung
Posted by endah puspitosari on April 29, 2010 at 9:07 am
Terima kasih atas komentarnya.
Memang sekilas dari pengucapan terkesan sama.
Namun demikian ternyata memiliki makna dan arti yang tentu sangat berbeda.
Dari sejarah para Warok pun (Alm. Mbah Wo kucing) Secara terang – terangan menyebutkan arti dan makna sesungguhnya tentang Reyog. dan kenapa bisa di sebut reyog karena memiliki makna.
Yang berartikan (R) Rasa kidung (E) Engkang sukmo adi luhung (Y) Yang Widhi, Yang Agung, (O) Olah kridaning Gusti (G) Gelar gulung kersaneng Kang Moho Agung.
Pada masa itu ada perubahan penulisan menjadi REOG semata – mata hanya untuk Slogan (Resik, Endah, Omber, Girang gemirang)
Semoga bisa senantiasa diterima.
Salam Budaya.
Posted by Bunglon on April 29, 2010 at 2:29 pm
mampir perdana salam kenal mas..
weleh ada reog eh reyog haduh wes podo wae
ternyata maknanya begitu dalem,,…
Sukses Slalu!
Posted by endah puspitosari on April 30, 2010 at 8:18 am
Terima kasih Atas commentnya.
Salam kenal balik.
Maaf mas saya jangan di panggil mas.
Panggil nduk atau mbak saja.He….
Salam Budaya.
Posted by akang zhitoer on April 30, 2010 at 11:18 am
aq etuju ing kepindo REYOG. karena mengandung makna yang luar biasa
Posted by akang zhitoer on April 30, 2010 at 11:19 am
aq setuju ing kepindo REYOG. karena mengandung makna yang luar biasa
Posted by endah puspitosari on Mei 1, 2010 at 10:08 am
Njih…Emang asline iku mas..